Selasa, 01 Desember 2009

Layanan Telematika



Dalam Telematika, ada beberapa layananan yang dapat digunakan. Yang termasuk dalam layanan tersebut adalah layanan dial up untuk browsing internet maupun semua jenis atau macam jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mentransfer ataupun mengirimkan data melalui layanan Internet. Internet sendiri merupakan salah satu layanan yang merupakan contoh dari telematika.

Pelayanan Telematika di Indonesia saat ini, baik dalam pengaturan maupun pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor Telematika diatur atau dikelola oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (singkatan dari DitJen APTEL) adalah salah satu unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Telematics Services merupakan sebuah layanan telematika yang mencangkup dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya kesehatan, kepolisian komunikasi dan transportasi.

Berikut ini merupakan uraiannya :

Layanan Telematika di bidang kesehatan :

TeleSCAN merupakan layanan internet untuk riset penyakit kanker, perawatan dan pendidikan di Eropa yang menyediakan interface yang berbasis web untuk menyediakan layanan serta sumberdaya yang berhubungan dengan kanker.

TeleSCAN menyediakan link dan informasi untuk pasien-pasien dan masyarakat umum, untuk professional di bidang kesehatan, riset dan menyediakan fasilitas termasuk informasi dan akses berbasis peta untuk menunjukkan organisasi kanker di Eropa dan juga menyediakan layanan penunjang dalam berbagai bahasa utama di Eropa.

TeleSCAN didirikan pada tahun 1994 bersamaan dengan MARIA project of the EU DGXIII AIM Program.

TeleSCAN berpartner dengan ACTION project Cluster of The DGXIII 4th Framework Program, bekerja sama dengan HORIZON dan MEDICO Projects. TeleScan didesain untuk mendemonstrasikan keuntungan dan kemampuan dari telematika multimedia kepada para Oncologist, sehingga lebih memberdayakan fasilitas Teknologi informasi sebagai salah satu peralatan klinis yang efektif baik untuk petugas klinik dan staff.

Layanan Telematika dalam bidang Kepolisian :

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengecek status laporan kasus yang dilaporkannya dengan meng-klik website Polda Metro Jaya di http://www.reskrimum.metro.polri.go.id

Hal yang diunggulkan oleh layanan ini adalah proses Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2H) dengan sistem online ini akan membantu masyarakan mempermudah dan mengecek perkembangan proses penyidikan kasus yang dilaporkan.

Layanan Telematika di Bidang Transportasi :

Salah satu layanan telematika di bidang transportasi di Indonesia adalah Toyota.Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan layanan telematika.Karena layanan ini diharapkan akan menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh kendaraan di abad 21.Saat ini Toyota telah mencetuskan dua jenis teknologi telematika yang secara bergerak yang dapat diakses melalui telepon seluler, yaitu M-Toyota dan Toyota Navigation.

Selain itu, Toyota juga memiliki layanan navigasi yang menggandeng perusahaan pemetaan Tele Atlas. Informasi dan peta lengkap dengan 13.000 lokasi-lokasi penting, mulai Hotel, Rumah Sakit, hingga dealer Toyota sudah terekam, yang sudah meliputi wilayah Pulau Jawa dan Bali. Dan pada September 2008, layanan peta akan menjangkau Sumatera.Toyota juga mengembangkan perangkat keras dan Graphics User Interface yang didesain secara khusus. Dengan layanan Toyota Genuine Accessories. selain itu Toyota Navigation mempermudah pengguna dengan memberikan update perangkat lunak tanpa dikenai biaya.

Masalah yang Teridentifikasi dalam penyebarab pelayanan telematika

Salah satu masalah yang teridentifikasi untuk mempromosikan pelayanan Telematika adalah struktur organisasi dari industri Telematika. Seperti diketahui, pada awalnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan monopoli dengan mendistorsi kesetimbangan pasar melalui kontrol dan kestabilan harga pelayanan Telematika. Hal ini menimbulkan perkembangan deregulasi di sektor Telematika dan menjadi proritas ekonomi di negara berkembang. Diakibatkan oleh inovasi teknologi yang pesat, perubahan yang signifikan pada struktur harga dan petumbuhan dan keberagaman bisnis Telematika, banyak negara melakukan deregulasi pada tahun delapan puluhan .

Hal ini juga diakibatkan oleh liberalisasi dan pemisahan American Telephone and Telegraph (AT&T) yang juga diiikuti oleh privatisasi dan munculnya kompetisi di Inggris dan Jepang. Kebijakan ini secara perlahan meluas hampir ke semua negara berkembang yang tergabung pada Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Pada tahun sembilan puluhan telah 40 (empat puluh) negara telah selesai, mengembangkan dan menyiapkan reformasi besar-besaran di bidang Telematika dan pada awal tahun 1989 lebih dari setengah perusahaan-perusahaan Telematika di dunia telah dikendalikan swasta.

sumber :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/layanan-telematika-4/

http://telematikapedesaan.blogdetik.com/2009/07/20/masalah-yang-teridentifikasi-dalam-penyebaran-pelayanan-telematika/

http://www.telescan.nki.nl

http://www.biskom.web.id/

http://www.belitoyota.com/

1 komentar:

  1. * Jangkauan pelayanan telematika telah mencangkup dalam berbagai lingkup kehidupan manusia.

    *pelayanan telekomunikasi nasional dan telematika secara umum dirasakan masih sangat tertinggal baik dari sisi penetrasi,kualitas dan jangkauan pelayanan.

    BalasHapus